Kamis, 06 Juni 2013

Sejarah mesin Fotocopy


Mesin fotocopy adalah peralatan kantor yang berfungsi untuk menyalin ke atas kertas dari berbagai sumber, seperti dokumen, buku, ataupun sumber lain. saat ini, mesin fotokopi menggunakan sistem xerografi, yaitu proses kering yang bekerja dengan bantuan listrik dan panas. Sementara itu, mesin fotokopi lainnya ada yang menggunakan tinta.

Sejarah Penemuan Mesin Fotocopy

seajarah awal mesin fotocopy di awali dengan percobaan dan penelitian yang sangat panjang. Chester Carlson penemu sistem Xerografi, bekerja sebagai penyalin dokumen pada sebuah perusahaan analisis paten di amerikat. Untuk mempermudah serta mempercepat pekerjaannya, Carlson berpikir keras untuk menciptakan sebuah alat yang dapat mencetak dokumen secara berulang-ulang.

Untuk mendukung ide tersebut, ia pun mempelajari berbagai referensi tentang mesin cetak. Setelah mempelajari segala macam referensi mengenai mesin cetak, akhirnya ia menemukan konsep elektrofotografi yang sekarang dikenal sebagai mesin fotokopi.

Tahun 938, Carlson membuat eksperimen pertaman dengan memanfaatkan bubuk jelaga (karbon), penyinaran cahaya, serta memindahkan suatu tulisan dari sebuah medium ke medium yang lain.

dengan memanfaatkan konsep yang disebut photo-conductivity, yaitu sebuah proses perubahan elektron yang diakibatkan adanya pengaruh cahaya. Pada dasarnya, dengan proses photo-conductivity, carlson dapat menggandakan gambar melalui proses perubahan elektron tersebut.

Mayoritas literatur menyebutkan bahwa Carlson menciptakan mesin fotocopy dengan memanfaatkan energi elektrostatik, yaitu xenography (xenografi). dalam bahasa yunani mama xenography berarti radical xeros dan jika dalam bahasa indonesia 'kering' dan graphos yang berarti 'menulis'.

Dalam proses xenography, carlson tidak melibatkan cairan kimia, tidak seperti teknologi sebelumnya. Dengan teknik ini, Chester Carlson telah menemukan cara yang merombak paradigma penulis ulangan sebuah dokumen yang selanjutnya disebut fotokopi. Kemudian, teknik ini dipatenkan pada 6 Oktober 1942.
selama bertahun-tahun, ia mencoba menyempurnakan temuannya itu. Meskipun manfaatnya sngat banyak, karena di anggap tidak mempunyai masa depan yang menjanjikan mesin elektrofotografi ini tidak diminati. Carlson yang berhasil menciptakan mesin potocopy pun harus berjualan konsep selama bertahun-tahun lamanya agar mesin fotokopi itu dapat dijual di pasaran.
Perusahaan-perusahaan besar seperti Kodak, yang memproduksi peralatan dan pemotretan, IBM dan General Electric, menolak temuan Carlson. setelah hampir putus asa dan perjalanan yan panjang Carlson mendapatkan mitra pertama, yaitu Batelle Memorial Institute yang bersedia memberikan modal usaha.

Setelah itu, Carlson dan Batelle Memorial Institute berhasil meyakinkan Haloid Corporation, sebuah perusahaan menengah yang menjual kertas foto. Haloid Corporation menjadi mitra untuk mengembangkan temuan Carlson.

Sejarah Xerox Sebagai Merek Jual Mesin Fotocopy

karena kurang memiliki nilai jual Haloid Company mengubah nama mesin fotocopy pertama Xerography. Nama Xerography menjadi komersial setelah diadopsi oleh Xerox Corporation.

produk pertama Xerox alalah Xerox 914, sebuah mesin fotokopi otomatis pertama yang memanfaatkan proses xenography. Penamaan Xerox 914 merujuk pada kemampuan mesin dalam mengkopi kertas dengan ukuran 9 inci x 14 inci (229mm x 356mm).

Xerox 914, yang bisa mengkopi hingga 100 ribu kertas per bulan, sangat populer di kalangan masyarakat pada masa itu. Produk ini menyumbang pendapatan pada perusahaan hingga 60 juta dolar AS. Kesuksesan mesin fotokopi Xerox membuat perusahaan untuk mengubah namanya dari Haloid menjadi Xerox pada 1958.

Sampai sekarang, Xerox merupakan perusahaan mesin fotokopi dan printer terbesar dan terkenal di dunia. Perusahaan ini bermarkas di Stamford, Connecticut, Amerika Serikat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar